Sejarah Real Madrid | History Klub Real Madrid
Info Tim :
Berdiri: 1902
Alamat: C/ Concha Espina, 1 Spain
Ketua: Florentino Pérez
Direktur: Miguel Pardeza
Stadion: Santiago Bernabeu
Real
Madrid bisa dibilang merupakan tim yang paling sukses di dunia. Bagaimana
tidak, berbagai gelar dan raihan jumlah gelar yang diperolehnya mungkin lebih
banyak dibandingkan dengan tim-tim lainnya di dunia. Hal tersebut menjadi dasar
FIFA menempatkan Real Madrid sebagai klub paling sukses sepanjang abad ke-20
dengan raihan 31 gelar Primera Liga Spanyol, 16 Piala Spanyol, 9 gelar Piala
dan Liga Champions, dan 2 trofi Piala UEFA. Madrid merupakan founding
member FIFA, pendiri G-14 (organisasi klub-klub terkemuka Eropa yang kini tukar
nama menjadi Asosiasi Klub Eropa). Selain sarat akan sejarah, Real Madrid juga
terkenal karena kemegahannya dan dihuni oleh pemain-pemain papan atas dunia.
History itulah yang benar-benar telah melekat dan menjadikan Real Madrid
sebagai klub yang paling glamour di jagad raya ini.
Real
Madrid dikenal dengan dua nama sebutan, yakni Los Merengues dan Los Blancos.
Namun kedua julukan itu sempat hilang, ketika di tahun 1980-an wartawan Julio
César Iglesias mempopulerkan nama La Quinta del Buitre. Namun, di masa
kepemimpinan Florentinao Perez (2000-2006), Real Madrid dikenal dengan nama Los
Galacticos. La Quinta del Buitre , julukan ini lenyap bersamaan dengan perginya
Butragueno, Michel, dan Martin Vasaquez apda era 90an. Julukan Los Galacticos
mengacu pada pemain-pemain bintang yang diboyong selama rezim Florentino Perez,
seperti Luis Figo, Roberto Carlos, Zinedine Zidane, Ronaldo, David Beckham,
serta satu bintang lokal Raul Gonzales. Untuk semua pemain itu, Perez berani
melakukan tindakan kontroversial, salah satunya memboyong Figo dari Barcelona —
seteru abadinya — dengan harga tertinggi. Tak berapa lama kemudian Madrid
menggulingkan rekor pemain termahal Figo, ketika memboyong Zidane dari
Juventus. Kemudian pembelian Davi Beckham yang dapat mendongkrak sisi
popularitas dan penjualan merchandise, sebelum akhirnya lepas jabatan pada th
2006.
Sejarah
singkat
Sebelum
1897, penduduk Madrid tak mengenal sepak bola. Olahraga ini diperkenalkan
sejumlah profesor dan pelajar Institución Libre de Enseñanza, yang mendirikan
Football Club Sky tahun 1897. Klub terpecah menjadi dua di tahun 1900,yaitu New
Foot-Ball de Madrid dan Club Español de Madrid. Dua tahun kemudian Club Español
de Madrid terpecah lagi, dan menghasikan pembentukan Madrid Football Club pada
6 Maret 1902. Setelah tiga tahun berdiri, Madrid FC memenangkan gelar
pertamanya dengan mengalahkan Athletic Bilbo di final Piala Spanyol. Klub ini
pula yang menjadi pendiri Asosiasi Sepakbola Spanyol pada 4 Januari 1909. Saat
itu klub dipimpin Adolfo Meléndez.
Tahun
1920, nama klub akhirnya berubah menjadi Real Madrid oleh Raja Alfonso, yang
memberi nama Real, atau Royal, kepada klub itu. Sembilan tahun kemudian liga
sepakbola Spanyol pertama didirikan. Si Putih meraih gelar Primera Liga Spanyol
pertama tahun 1931, tahun berikut meraihnya lagi, dan menjadi klub pertama yang
dua kali berturutan meraih gelar liga. Tahun 1945 Santiago Bernabeu Yeste
menjadi presiden. Di masa kepemimpinannya, Stadion Santiago Bernabeu dan Ciudad
Deportiva dibangun kembali, setelah rusak pada perang sipil. Tahun 1953,
Bernabeu memperkenalkan strategi memboyong pemain berkelas dunia dari luar
negeri. Salah satunya, dan yang paling terkenal, adalah Alfredo di Stéfano.
Jadilan Real Madrid klub multinasional pertama di dunia. Tahun 1955, Bernabeu
bertemu Bedrignan dan Gusztáv Sebes, dan kemudian membentuk turnamen yang kini
bernama Liga Champions. Madrid mendominasi Piala Champions (nama sebelum liga
champions) dengan meraih trofi itu tahun 1956 sampai 1960, dan berhak atas
trofi original dan hak mengenakan simbol UEFA sebagai penghargaan. Tahun 1966,
Madrid memenangkan Piala Champions kali keenam dengan mengalahkan FK Partizan
2-1 di final.
Beberapa
sebutan pertandingan-pertandingan panas yang dimainkan oleh Real Madrid :
El
Derbi madrileño
Fans
Real Madrid melihat Atletico Madrid sebagai rival. Hal itu dilatarbrlakangi
oleh perbedaan sosial, yakni pendukung Madrid berasal dari kelas menengah, fans
Atletico kebanyakan dari kelas pekerja. Keduanya bertemu kali pertama pada 21
February 1929 dan Madrid memenangkannya. Rivalitas keduanya menyita perhatian
internasional ketika di tahun 1959 bertemu di semifinal Piala Champions. Madrid
memenangkan leg pertama 2-1 di Bernabeu, tapi kalah 1-0 di Metropolitano. Laga
diulang, dan Madrid menang 2-1.
El
Clásico
Rivalitas
Real Madrid dengan Barcelona merupakan hasil dari ketegangan politik Castilians
dan Catalan. Madrid adalah pusat pemerintahan dan keluarga kerajaan. Di era
diktator Jenderal Franco, Madrid merepresentasikan kekuatan centripetal
konservatif. Di sisi lain, hampir semua ide modernisasi politik diperkenalkan
di Spanyol dan menguat di Barcelona. Fashion, filosofi, dan seni, masuk ke
Spanyol juga lewat Barcelona, sebelum diterima seluruh negeri. Rivalitas
keduanya tidak hanya berlangsung di Primera Liga Spanyol, tapi juga di Eropa.
Serta tidak hanya di dalam lapangan, tapi juga di semua aktivitas bisnis
olahraga. Di tahun 2000, kepergian Luis Figo ke Real Madrid memicu kemarahan
publik Katalan.
Stadion
Real
Madrid telah berpindah stadion beberapa kali. Mereka pernah bermain di Campo de
O’Donnell selama enam tahun, sejak 1912. Kemudian pindah ke Campo de Ciudad
Lineal, yang hanya berkapasitas 8,000 penonton. Pada 17 Mei 1923, Madrid pindah
Estadio Chamartín, yang hanya menampung 22.500 penonton. Dua dekade kemudian,
Santiago Bernabeu Yeste melihat Estadio Chamartín tak layak lagi, sehingga
Sebuah stadion baru dibangun, dan diresmikan pada 14 Desember 1947. Stadion
itulah yang saat ini dikenal sebagai Stadion Santiago Bernabeu yang dihuni
sampai sekarang ini. Stadion Santiago Bernabeu semula mampu menampung 120 ribu
penonton, tapi dimordenisasi dengan tidak boleh ada penonton berdiri, menjadi
berkapasitas 80.354 kursi. Pada 9 Mei 2006, Stadion Alfredo Di Stefano
diresmikan. Di tempat inilah Madrid menjalani latihan. Stadion ini berkapasitas
5.000 penonton, dan fans hanya menyaksikan tim mereka berlatih.
Real
Madrid di Era Lima Tahun Terakhir
Dalam
lima tahun terakhir, posisi Real Madrid di liga domestik tergusur seiring
dengan kesuskesan Barcelona merajai liga primera, dan sebagian menjuarai liga
champions. Hal itulah yang memacu Real Madrid untuk selalu membeli
pemain-pemain top dunia dan melakukan pergantian pelatih silih berganti.
Beberapa pemain top kelas atas dunia didatangkan, seperti ravael Van Der Vart,
Arjen Robben, Xabi Alonso, Kaka, dan yang paling heboh dan kontroversial adalah
Cristiano Ronaldo, yang menjadikannya sebagai pemain termahal di dunia dengan
harga lebih dari Rp 1 triliun rupiah ( Wawww ). Pelatih pun telah beberapa kali
melakukan pergantian, seperti Fabio Capello, Manuel Palegrini, dan teranyar
adalah sosok pelatih sukses kontroversial, yakni Jose Mourunho. Sejak
kedatangan Jose Mourunho, bersamaan dengan hadirnya pemain-pemain dunia seperti
Sami Khedira, Mesut Ozil, Angel Di Maria, dan pemain veteran Ricardo Carvalho,
permainan Real Madrid dan mentalitas pemain menjadi lebih hidup. Puasa gelar
pun akhirnya terobati pada tahun pertama Mourinho, yakni meraih trofi Piala
Raja Spanyol dengan menundukkan Barcelona di final melalui gol tunggal dari
bintang mereka, Cristiano Ronaldo, pada babak perpanjangan waktu. Di Liga
Champions pun Real madrid meraih prestasi dengan melangkah ke semifinal pertama
kalinya dalam beberapa tahun dan mengakhiri kutukan Tak Pernah Menang lawan
Lyon. Sayangnya, langkah Real Madrid terhenti di semifinal oleh Barcelona,
dimana Mourinho menilai adanya konspirasi wasit pada leg pertama dan kedua
semifinal LC itu. Di liga domestik, Real Madrid berada di peringkat dua di
bawah Barcelona, namun mereka dapat sedikit terhibur dengan gelar el pichichi
yang disabet oleh CR7 sekaligus memecahkan rekor gol dalam satu musim di liga
primera dengan raihan 40 gol, WAW. Untuk ukuran satu tahun kepelatihannya, Jose
Mourinho terbilang sukses dengan berbagai perubahannya itu.















